Berangkat untuk kembali - Agustyar

Senin, 28 Januari 2019

Berangkat untuk kembali


Setelah menikmati masa liburan yang saya buat dan rencanakan sendiri, akhirnya saya siap untuk kembali menghadapi perjuangan di Jogja. 3 hari bukanlah waktu yang cukup lama untuk dihabiskan dirumah, sungguh sangat kurang. Tapi roda kehidupan harus tetap berjalan, nafas perjuangan masih harus dihirup.
Staasiun Bumiayu

Penumpang Kereta Joglosemarkerto dari Stasiun Bumiayu, cukup banyak.

Berangkat dari stasiun Bumiayu (28/01/2019) menggunakan kereta api Joglosemarkerto saya duduk di gerbong 1 yang mana letaknya paling ujung. Harus berjalan dulu melewati beberapa pintu gerbong karena peron stasiun bumiayu yang tidak terlalu panjang. Saya duduk di kursi 12B yang ketika menghadap ke jendela, seolah-olah kereta berjalan mundur. Sungguh pemandangan yang indah namun mumeti.

Unfortunatuly, di perjalanan ke Jogja ini cukup banyak hal yang kurang menyenangkan. Kereta delay, dan AC gerbong 1 yang mati. Kereta delay hampir 1,5 jam karena adanya perbaikan jalur ganda di Kroya, sehingga kereta ini yang notabene kereta ekonomi harus berhenti untuk menunggu kereta kelas eksekutif lewat. Sebagai pengguna kereta kelas ekonomi tentu saya masih bisa memakluminya. Semakin lama perjalanan, suhu dikereta menjadi semakin panas, ternyata suhu di gerbong satu mencapai 32 derajat Celcius. Pantas lah disini orang-orang berkipas ria karena kepanasan. Melihat penumpang gerbong 1 yang hanya diam dengan kepanasan, saya berinisiatif untuk menanyakan ke bagian teknisi kereta. Tidak menunggu waktu lama, seorang teknisi diutus untuk memperbaiki mesin AC dan suhu kembali turun. Alhamdulillah.
Suasana dalam gerbong 1 ketika AC mati

Ternyata ketidaknyamanan perjalanan ini masih berlanjut. Kereta kembali berhenti di jalur persilangan untuk menunggu KA BOGOWONTO lewat. Suara pengumuman permintaan maaf dari petugas kembali terdengar. Penumpang dimohon untuk bersabar kembali. Begitu pentingnya waktu di jalur kereta api ini. Sekali terlambat, pasti juga akan mempengaruhi perjalanan selanjutnya. Itulah enggak enaknya kereta EKONOMI yang Terlambat. Mungkin ini pengalaman pertama yang tidak menyenangkan  dari sekian banyak saya menggunakan kereta api. Saya harap selanjutnya kejadian seperti ini bisa diminimalisir oleh KAI mengingat kereta api saat ini menjadi moda transportasi yang semakin diminati oleh masyarakat. Harga yang mudah dijangkau serta fasilitas dan keamanan yang cukup baik membuat kereta menjadi pilihan utama masyarakat saat ini.

Tidak ada komentar: