Agustyar

Rabu, 06 Oktober 2021

Saham GOTO (Gojek dan Tokopedia) bakal melantai atau IPO di BEI tahun 2022
Setelah menunggu sekian lama tentang kejelasan kapan GOTO melantai di Bursa Efek Indonesia, akhirnya ada sedikit titik terang. GOTO sendiri merupakan merger dua perusahaan teknologi yang menyandang status Unicorn di Indonesia yaitu Gojek dan Tokopedia. Benar-benar akan menjadi sebuah IPO yang akan dinantikan oleh banyak investor saham. 

Dilansir dari CNBC Indonesia, GOTO direncanakan akan melaksanakan IPO-nya pada Januari 2022. Target angka IPO-nya mencapai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 43 triliun (kurs Rp 14.333). Meski demikian, tanggal tersebut adalah bocoran dari seorang eksekutif yang mengetahui rencana tersebut kepada CNBC Indonesia. 

Terlepas dari itu, IPO GOTO adalah sebuah momen yang sangat dinantikan. Euforia sejak adanya statment bakal melantai di BEI saja sampai saat ini masih terasa. Sebuah kebanggan juga apabila kita sebagai anak bangsa turut andil dalam mendukung perusahaan teknologi terbesar di Indonesia. 

Saya sendiri tidak sabar untuk menantikan hari dimana GOTO melangsungkan IPO. Untuk ikut serta IPO GOTO, hendaknya kita mempersiapkan terlebih dahulu dengan mendaftarkan akun di https://e-ipo.co.id/id


Sumber berita: 

Selasa, 05 Oktober 2021

Tidak percaya dengan konsep kegagalan menurut Coach Justin
"Semua akan menjadi domba Coach Justin pada waktunya". Itu adalah sebuah kalimat klise yang sering kita dengar, tapi pada akhirnya kenyataan menuju kearah demikian. Agak aneh ketika ada orang yang tidak pernah mendengar nama beliau, pasalnya banyak istilah atau hal yang tidak populer menjadi ramai ketika dibicarakan olehnya. 

Bagi saya, sangat banyak perbedaan pandangan tentang sepakbola terhadap apa yang beliau sampaikan dan percayai. Tapi itu tidak menjadikan sebuah rasa benci terhadap pribadi kuat dan bodo amat beliau. Diluar sepakbola, saya mendengar dan banyak belajar dari sosok yang belum pernah saya temui secara langsung itu. Hanya dengan melihat video dan beberapa podcastnya saja, beberapa pelajaran penting tentang hidup bisa kita ambil secara bijak tentunya. Saya sangat tertarik dengan ilmu kehidupannya (diluar sepakbola) yang beliau sampaikan di platform manapun. 

Salah satu pemikiran beliau yang sering saya ingat adalah konsep bahwa "kegagalan itu tidak pernah ada". Menurutnya, kita terlalu berlebihan menanggapi sebuah fase down dalam kehidupan. Bahwa sekali-sekali dalam hidup kita menjumpai titik terendah, itu bukanlah sebuah kegagalan karena proses hidup terus berjalan. Gagal adalah ketika semuanya selesai/end/berakhir. Suatu saat kita akan berada di bawah dan tugas kita adalah untuk mencari cara untuk keluar dari posisi tersebut. So, dalam hidup sebenarnya tidak ada kegagalan, semuanya akan dan harus terus berjalan. Anda boleh tidak sepakat dengan cara beliau menyampaikan pandangan sepakbola tanpa menampikan background dan keahlian beliau di bidang tersebut. Tapi, bagaimana cara  beliau memandang kehidupan, menurut saya itu adalah sesuatu yang brilian. Bukan mencoba menjilat, tapi untuk bisa berfikir demikian pastilah sudah banyak asam garam kehidupan yang harus ditelan mentah-mentah. 

Selain itu, beberapa hal yang beliau sampaikan membuat saya berfikir lebih dalam tentang bagimana menjalani hidup secara baik (karena benar dan salah itu relatif). Berikut ini beberapa hal yang saya catat mengenai bagaimana kita sebagai seorang yang masih muda untuk menjalani hidup (wejangan gratisan) yang saya simak dari video beliau di chanel topscore tv.  

Turunkan Ego 

Bukan hal yang mudah untuk bisa menurunkan ego, apalagi di usia yang masih menjunjung tinggi idealisme. Tapi, untuk bisa melewati segala pilihan hidup dengan baik, menurunkan ego adalah hal wajib dilakukan. Ketika kita bisa menurunkan ego pribadi, harusnya disitu kita bisa menemukan sebuah kebebasan dalam berkarya. Memang benar, terlalu sering memberi makan ego sendiri justru akan membuat kita jarang bersyukur terhadap apa yang sudah kita dapatkan. 

Berfikir Positif

Selalu berfikir positif, jangan percaya kata-kata kegagalan. "Don't give up, percaya apa yang lu lakukan". Berfikir positif akan menghasilkan hal yang positif juga. Sejatinya, apa yang kita fikirkan adalah apa yang akan terjadi pada hidup kita kelak. Kalau fikiran kita dipenuhi oleh hal-hal negatif, maka yang akan kita dapatkan tidak kurang dan tidak jauh dari hal negatif tersebut. Selalu percaya dengan apa yang sedang kita lakukan sekarang juga penting, sekali-sekali kita merasa bimbang itu manusiawi. Tapi jangan terlalu lama terjebak dengan kondisi tersebut, manusia diciptakan untuk tahan banting dalam segala posisi jatuh, tapi Tuhan juga menyertakan otak untuk kita berfikir bagaimana cara bangkit dan tidak jatuh ke lubang yang sama untuk kedua kalinya. 

Tahan emosi

Kita sering melihat bagaimana cara beliau menyampaikan opini di internet, kadang juga terlihat seperti beliau sedang emosi. Tapi itu yang coba beliau tampilkan, bukan berarti juga beliau sedang emosi. Jangan mudah percaya terhadap apa yang kita tonton, ataupun kita lihat di sosial media. Kenyataanya, banyak hal berbeda yang mungkin tidak kita ketahui. So, jangan mudah emosi dan mudah menilai seseorang dari apa yang kita lihat di socmed.

Jam Terbang Hidup yang akan Mendewasakan

Bikin banyak kesalahan kemudia banyak melakukan eksplorasi, dan dari kesalahan tersebut kita akan belajar. Coach Justin, beliau mengatakan sendiri bahwa di rumahnya ada sebuah cermin besar yang setiap hari digunakan untuk melihat dirinya dari pantulan cahaya yang dihasilkan. Dengan melihat dirinya sendiri, beliau memberikan kritikan dan menanyakan "kesalahan apa yang lu perbuat hari ini? jangan sampai terulang". Hal tersebut akan membuat diri sendiri belajar untuk lebih baik. Ada 2 macam cara untuk kita bisa lebih wise, either dengan mencoba sesuatu dan membuat banyak kesalahan, or membiarkan usia membuat kita dewasa secara natural. Enggak ada yang salah dari keduanya, tapi jika ingin bisa berakselerasi lebih cepat, opsi pertama layak untuk dilakukan.

Itu adalah beberapa hal yang bahkan saya catat karena menurut saya ini ilmu penting dan mahal. Ilmu itu bisa kita peroleh dari mana saja, termasuk dari orang yang berbeda pandangan untuk bidang tertentu. Terlalu rugi jika kita membenci seseorang hanya karena berbeda pandangan hingga membuat kita menutup segala sesuatu yang disampaikannya, padahal bisa jadi itu sesuatu yang akan bermanfaat untuk kita dikemudian hari. Salam respect. 


Rabu, 04 Agustus 2021

Pantai Jungwok, Destinasi Hidden Sea di Jogja yang mirip Tanah Lot
Ada banyak alasan ketika memilih Jogja sebagai tujuan berlibur dan berwisata. Makanan khas, suasana kota yang istimewa, serta keindahan alam dari gunung hingga pantai yang menjadikan Jogja sebagai salah satu pilihan destinasi liburan terbaik. Pantai adalah salah satu daya tarik Jogja yang tidak boleh terlewatkan ketika Anda berlibur ke Jogja. Terdapat banyak nama pantai yang tersohor ketika menulis Jogja sebagai keyword destinasi wisata di google. Sebut saja pantai Parangtritis, Indrayanti, Timang, Glagah, Goa Cemara dan masih banyak yang lainnya. Deretan nama pantai tersebut sudah lazim menjadi list tujuan para wisatawan ketika menjajakan kaki di Jogja.  

Pantai Jungwok, nama yang membuat sebagian besar orang berpikir bahwa pantai tersebut terletak di pesisir Korea. Kenyataannya nama tersebut tidak ada kaitannya dengan negeri gingseng sama sekali. Jungwok, nama yang unik untuk sebuah pantai yang berlokasi di Gunung Kidul, Jogja. Berlokasi di sebelah pantai Wediombo, pantai ini memiliki keindahan dan keunikan yang tidak dimiliki oleh deretan pantai cantik di sepanjang Gunung Kidul. Letaknya yang cukup tersembunyi membuat pantai Jungwok sering disebut sebagai hidden sea. Selain itu, pantai ini tergolong masih jarang dikunjungi oleh wisatawan, sehingga sangat cocok untuk Anda yang suka dengan wisata anti-mainstream.




Berikut gambaran mengenai pantai Jungwok yang bisa Anda jadikan sebagai referensi wisata

 

Memiliki kemiripan dengan Tanah Lot yang berada di Tabanan, Bali

Watu Topi, batu karang besar yang mirip dengan Tanah Lot

Hal pertama yang membuat pantai ini unik adalah pemandangan sebuah batu besar yang berada tepat di depan pantai. Batuan karang tersebut memberi aksen tersendiri yang membedakan Jungwok dengan deretan pantai lain di Gunung Kidul. Cukup berfoto dengan background batu karang tersebut, Anda tidak perlu pergi jauh ke Tanah Lot. Penduduk sekitar sering menyebut batu karang tersebut dengan sebutan Watu Topi

 

Biru laut, putih pasir dan hijau vegetasi menjadi perpaduan yang cantik dan alami pantai Jungwok

biru laut, putih pasir dan hijau vegetasi menjadi perpaduan indah dan alami Jungwok

Keindahan Jungwook bisa Anda nikmati untuk melepaskan penat dan beban fikiran sejenak. Laut yang terlihat sangat biru serta hamparan pasir putih akan memanjakan mata, pun hijau tumbuhan di pesisir pantai ini yang turut menyumbang segarnya udara. Berlama-lama disini akan memberi waktu pada Anda untuk melakukan refleksi kehidupan. Pantai ini sangat cocok untuk menjadi pelarian sementara dari segala penat dan permasalahan hidup. Ketentraman dan ketenangan fikiran bisa dengan mudah didapatkan sehingga tidak hanya badan, tapi fikiran juga akan kembali segar. 

 

Hobi camping? Jungwok bisa memberi Anda pengalaman malam yang indah dan tak terlupakan
camping di Jungwok seru juga lho

Beberapan wisatawan yang datang tak jarang memutuskan untuk bermalam di Jungwok untuk menikmati sunrise dan sunset. Kendatipun Anda tidak mempersiapkan tenda dan alat perlengkapan camping, semuanya bisa Anda sewa di beberapa tempat penyewaan yang berada tepat di sekitar pantai. Terdapat juga warung makanan yang selalu buka 24 jam, sehingga kelaparan tidak akan menjadi masalah serius ketika Anda memutuskan untuk camping di sini. Selama camping kebersihan, adab dan sopan santun perlu dijaga untuk menghormati para “penduduk setempat”.  

 

Banyak spot foto yang cantik untuk memuaskan hobi fotografi Anda

Watu Topi dari angle atas bukit

Salah satu oleh-oleh yang wajib Anda bawa dari pantai Jungwok adalah foto dengan beragai spot cantik. Ada banyak spot yang bisa digunakan untuk mempercantik objek foto. Selain batuan karang besar (Watu Topi) yang mencolok, Jungwok memiliki beberapa bukit yang cukup mudah untuk dinaiki guna mendapatkan angle kamera yang berbeda. Karang sekitar pantai menghasilkan gulungan ombak yang bisa digunakan sebagai background mengabadikan momen bersama teman dan orang tercinta. Oleh karena itu hal, yang perlu Anda catat sebelum ke pantai ini adalah jangan lupa untuk membawa kamera terbaik serta orang tercinta untuk berbagi kebahagian disini.

 

Fasilitas umum sudah cukup memadai dan kebersihan pantai selalu terjaga

plank selamat datang di Jungwok

Pantai Jungwok sudah sangat ramah untuk wisatawan karena pemerintah dan warga setempat sangat memperhatikan fasilitas umum dan kebersihannya. Mulai dari tempat makan, tempat penyewaan tenda dan tikar, parkir sepeda motor dan mobil, tempat ibadah, hingga toilet umum yang cukup mudah untuk diakses. Fasilitas kebersihan juga bisa dikatakan baik serta adanya petugas kebersihan yang selalu sigap untuk menjaga kebersihan pantai. Meski demikian, sebagai pengunjung tetap harus mematuhi peraturan dengan membuang sampah pada tempat yang sudah disediakan. Kedepannya, Jungwok akan menjadi salah satu destinasi cantik yang bisa menarik wisatawan dari berbagai penjuru Indonesia maupun dunia.

 

Akses menuju pantai Jungwok

rute menuju Jungwok dari pusat kota Jogja


Letak dari pantai Jungwok serta medan untuk sampai ke lokasi memang tidak mudah. Pantai Jungwok sendiri terletak di Desa Jepitu, Kecamatan Girisubo, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Diperlukan waktu sekitar 2,5 jam dari pusat kota Jogja hingga sampai ke pantai ini. Rute dari pantai ini juga sudah tersedia di google maps meskipun jalan masuk ke pantai tergolong sulit karena masih berupa batuan karang. Jalan tersebut sudah cukup untuk dilewati oleh sepeda motor maupun sebuah mobil sampai ke parkiran pesisir pantai. Kesulitan tersebut akan terbayar lunas ketika Anda sampai di pantai ini.

Ada banyak cara untuk meghabiskan masa liburan ketika Anda berada di Jogja. Waktu dan momen Anda ketika di Jogja sangat berharga, sehingga perlu adanya persiapan list kuliner dan tempat wisata dengan baik. Jungwok mungkin bisa menjadi salah satu list tempat wisata yang Anda kunjungi ketika berada di kota Gudeg ini. Keindahan dan kesegaran alam Jungwok dapat memberi satu memori yang tak terlupakan tentang istimewanya Jogja, yang akan membuat Anda kembali ketika rasa rindu itu telah menghampiri.
 

 

Minggu, 01 Agustus 2021

August

Days passed, months passed, years left.  Everyone has a memory left behind, even though they have memories.  Memories are good, bad, or ordinary.  August for me became ordinary.  In the past, I always looked forward to this month but not this year.  Not at all.  I hope this month doesn't serve as a reminder of how I've aged.  Yes, everyone commemorates the birthday as a reflection of the decreasing age.

 August, the month of independence for the country where I have lived, drink the water and breathe the air.  It is an honor to be born in August.  However, for this year I don't seem to care much about it.  Just this time or maybe next year.

 An announcement resounded, announcing to every house to raise the red and white flag.  It is a culture of Indonesian citizens to respect how hard the struggle for independence is.  The struggle of the heroes is not obtained for free of course.  The amount of Blood paid countless lives to obtain this peace.  Therefore, waving the red and white flag is an attitude to appreciate it.

 August this year brought my feelings to just fly the white flag.  Not without reason.  Feelings of wanting to give up, sadness, despair are too domineering.  I feel stupid to say that, but that's how I feel.

 Indeed, I don't want to bring up August, but the truth is I cared about making this post.  That's how I release all the stress through writing.  A hate-love relationship is probably the right definition for this.

 Today I am lost, torn apart by painful realities.  The domination of the increasingly piercing sense of despair.  A hope that I want is that one day I read this post, everything has turned around.  Circumstances, zest for life, luck could soon embrace me.  Only that.