Featured Post

Recommended

Quarter Life Crisis

Ada bayak hal yang membuat kita secara otomatis mengaktifkan mode over-thingking . Sebuah mode dimana kita berfikir akan sesuatu yang jauh d...

Day 4 #30DayWritingChallenge

Day 4 #30DayWritingChallenge

Are you early or nocturnal? Write the pros and cons of being one

 


Well, I seem to have spent a third of my life being nocturnal. It's not without reason that I did it, but I think that doing activities at night allows me to increase my thinking ability much better. 


I started being nocturnal when I was in my 2nd year of high school. At that time I was having fun learning HTML for this blog. I even didn't sleep until morning, then went to school with a face like a zombie and almost fell asleep in class. This made me less focused in class.


This habit continued until I was in college. I like to do assignments or reports after 1 pm. It feels quieter, easier to get the concentration, and I can finish everything in just one night. Because of this nocturnal habit, I also became fond of coffee.


So, what are the pros and cons of being nocturnal?


Pros:

  • Total silence, I can easily concentrate.
  • No distractions, all the people are asleep.
  • I get lots of time to spend in solitude (which I find peaceful).
  • Lots of time to ponder.


Cons:

  • Difficult to start activities in the morning 
  • Several studies have shown that staying up late will have a negative impact on emotions, cognitive abilities, and brain function
  • Health risks such as diabetes, obesity, and high blood pressure
  • Wake up to noon


Honestly, I'm not a pure nocturnal.  I am flexible to all conditions. Sometimes if I have to do morning activities, I will try my best to go to bed early. But I prefer to work at night for the reasons I've explained.

Day 3 #30DayWritingChallenge

Day 3 #30DayWritingChallenge

What are the three most important things you cannot live without?

 

This topic makes me think for a while. There are no things I cannot live without. Even if there is, maybe I will also get used to it (if I don't have it). Looks quite arrogant, doesn't it haha. It's hard for me to decide, but here we go. There is the list.

 

1. My Phone

I bet most of you that read this will think the same thing. Nowadays, the smartphone has just like a human organ. If we lost the smartphone, then the problem will come. Difficult to connect with friends, can't use online transportation, can't capture moments, can't buy food online, etc. Even for business communication, a smartphone is a very important tool. Without it, everything would be in trouble.

Like a human organ, if we lost it, the metabolism will be disorderly affected. So are smartphones. Sometimes, I want to live like before I was addicted to the smartphone. The normal life: sensitive to the environment, socializing with nature, and not being an overthinker. Though I know, that kind of thing is hard to come true. For sure. I hate to say it, but smartphones are so important to me and maybe you are too.

 

2. Water

Have you ever heard how much water is in the human body? Up to 60% of the human adult body is water. Because of that fact, a mind-blowing flirt conversation appears, like this:


Boy: “Hey, do you like water?”

Girl: “Yeah...”

Boy: ”Good, then you already like 60% of me, ;-)”


Anyways, I'd rather not eat food than not drink water. I could go all day without eating and it would be fine. But if I don't drink some water, I can become dehydrated and possibly die. I've been feeling sluggish lately. It's because I just don't drink enough water. Such a valuable lesson that not drinking enough water messes up my life, that's why it's hard for me to live without it.

 

3. Mask

I would never have considered masks an important thing before this damn covid appeared. Masks are like things that blend with my face. In my subconscious, I will always take a mask before opening the door of the house.

This is one of the behaviors formed as a result of the damn pandemic. Not a bad thing, I feel less sick with flu or sore throat since I used to wear a mask. At the beginning of the pandemic, masks became the most sought items and were used by some people to make a profit. But now it's very affordable and easy to get.

Even though the pandemic will end, it seems that the habit of wearing masks will become a part of me. There are too many benefits that are felt than just preventing covid.

 

Day 2 #30DayWritingChallenge

Day 2 #30DayWritingChallenge

Write about the things or activities that make you happy



Hal atau aktivitas yang membuat senang bagi setiap orang kemungkinan tidak akan jauh dari hobi. Saya memiliki hobi seperti orang pada umumnya, main game, main bola ataupu nonton pertandingan bola, membaca, pergi ke pantai, dan juga menulis. Tapi jika saya diminta untuk hanya memilih satu saja aktivitas yang paling membuat saya senang, pergi ke pantai adalah pilihan paling atas.

Pagi, Siang, Malam, semua waktu sudah saya rasakan ketika berada di pantai. Menurutku pagi adalah waktu paling menyenangkan untuk berada di pantai. Tepatnya sebelum matahari terbit atau bisa dibilang nunggu sunrise. Perubahan suhu dari dingin ke hangat waktu pagi hari membuat saya selalu menyukai pantai. 

Pantai terjauh yang pernah saya kunjungi ya jelas di Qingdao. Hidup di kota pesisir adalah suatu hal yang akan saya ingat kapanpun. Pemandangan pantai dengan beberapa orang yang memancing, gedung tinggi, serta landmark kota yang iconic sungguh membuat saya merindukan kota tersebut. 

Pantai juga yang membuat saya senang berada di Jogja. Sudah tidak perlu ditanyakan lagi berapa banyak pantai yang ada di Jogja, sepanjang garis pantai Gunungkidul saja diperikarakan ada 102 pantai. Mungkin saya baru mengunjungi belasan dari seratus dua pantai tersebut. Selain Gunungkidul, ada juga pantai di Bantul seperti parangtritis, namun saya kurang begitu suka. Intinya kalau ada teman yang ingin saya guide untuk menikmati Jogja, pasti akan saya bawa ke Gunungkidul. 

Kegiatan di pantai, apapun itu selalu saya nikmati. Tapi paling nikmat sih tiduran di pinggir pantai waktu pagi hari. Angin semilir, aroma air laut, serta suara deburan ombak yang sedikit terganggu karena suara perut. Saat itulah indomie goreng memainkan peran utamanya. 
Day 1 #30DayWritingChallenge

Day 1 #30DayWritingChallenge

Lagi dan lagi, niat untuk membuat blog ini hidup berujung pada ketidak konsistenan untuk menulis. Kalau blog ini adalah manusia, udah enggak kehitung berapakali masuk ke siklus hidup-mati. Kadang-kadang bukan karena malas, tapi memang enggak tau mau nulis tentang apa, mentok enggak ada ide aja. Gak sengaja pas lagi browsing baca #30DayWritingChallenge dari sebuah situs. Enggak cuma ngasih challenge, tapi di situs itu juga ngasih 30 list topik yang bisa ditulis buat #30DayWritingChallenge. Sekalian pemanasan buat aktif nulis lagi di blog ini. Selain itu, hari ini adalah tanggal yang pas buat memulai Day 1 (1 Desember 2021), here we go.    

 

List three things you are grateful for and why?

 

Tiga hal yang membuat saya bersyukur dalam hidup ini adalah:


Internet

Alasan kamu bisa baca tulisan ini ya karena ada internet. Buat saya internet membuka cara pikir saya yang selalu saklek terhadap banyak hal. Adanya internet bikin saya sadar bahwa ternyata cara fikir saya terkadang terlalu sempit, harus lebih out of the box. Sejak kecil orang tua saya sering membelikan majalah bobo, hingga saya beranjak remaja dan memilih untuk mengganti bacaan saya dengan tabloid bola. Saya juga sempat beralih interest ke ranah gadget dan membeli tabloid pulsa yang keluar setiap bulan hanya untuk melihat spesifikasi hp dan membayangkan akan memilikinya suatu saat nanti.


Semuanya berubah ketika internet datang di hidup saya. Enggak perlu lagi nunggu edisi majalah atau tabloid terbaru untuk mendapatkan informasi, cukup buka browser di laptop atau hp, trus tinggal ketik apa yang ingin dicari tau. Lebih murah, cepat, praktis, bisa dibaca kapanpun dan dimanapun. Internet sempat bikin saya kecanduan untuk berlama-lama di warnet, hingga pada akhirnya orang tua saya sadar dan memutuskan untuk memasang jaringan internet di rumah sehingga bisa memantau apa saja yang saya akses di internet.


Karena internet saya bisa terkoneksi dengan banyak orang yang sebenarnya enggak saya kenal juga. Saya bisa menonton apa yang sedang ramai diperbincangkan ataupun sekedar tau tweet yang bikin geger timeline dan apa isi IG stories dia siang tadi. Internet memberi saya informasi dari hal yang penting banget sampai yang tidak penting. Terimakasih internet, saya jadi tau singkatan dari kata Basa-basi (Bahas sana, bahas sini).


 

Terong

Kalau ditanya sebutkan 1 jenis makanan yang saya bisa makan sepanjang hidup dan tidak akan pernah bosan, tanpa keraguan saya akan menjawab terong. Tidak ada satu olahan terong pun yang membuat saya gagal untuk bisa menikmatinya. Memang terong tidak semewah steak, atau se hype ayam pop, tapi kehadiran terong di atas piring tidak pernah mendapat penolakan dari saya untuk menyantapnya. Sempat menjadi seorang vegan selama kurang lebih 2 bulan penuh, terong menjadi makanan wajib saya setiap hari. Dipairing dengan lauk apapun terong ini selalu cocok, bahkan jika hanya dimakan sendirian bersama nasi, masih enak aja tuh. Ketika sebuah hari akan berganti dan saya merasa ada yang aneh di hari tersebut, mungkin salah satu alasannya karena saya belum makan terong.

 


Sehat

Sehat adalah sebuah hal yang kalau tidak masuk “List three things you are grateful” akan membuat saya merasa konyol. Bagaimana bisa saya mencari informasi di internet tentang “cara memandikan kucing” sedangkan saya sedang koma. Atau gimana caranya merasakan nikmatnya terong balado sedangkan lidah saya tidak bisa merasakan sesuatu kecuali pahit. Enggak ada hal lain kecuali Sehat yang membuat saya bisa melakukan kedua hal tersebut. Bukan cuma itu, karena sehat saya juga bisa melakukan aktivitas apapun seharian penuh. Nikmat sehat gak bisa digantikan dengan apapun atau duit sebanyak apapun, ini enggak bisa dibantah. Hal tersebut juga bikin saya sadar untuk bersyukur yang tidak Cuma dalam bentuk ucapan, tapi juga tindakan. Contohnya sebuah rutinitas yang rencananya akan saya lakukan setiap 2 atau 3 bulan sekali, donor darah. Sejauh ini baru donor darah 2 kali dan udah memilih satu tempat untuk rutin mendonorkan darah. Ibaratnya, donor darah ini jadi sebuah check poin bahwa saya sehat dan mampu memberi sebagian nikmat sehat tersebut ke orang yang mungkin lagi butuh. 



Note: tulisan ini adalah bagian dari 30 DayWriting Challenge dimana saya akan rutin menulis di blog dengan topik-topik yang sudah ditentukan.