Agustyar

Jumat, 14 Mei 2021

Pengalaman Pertama Donor Darah
Sudah cukup lama rasanya saya tidak menulis untuk blog ini. Belakangan ini saya terlalu fokus untuk melakukan hal lain seperti mengerjakan thesis dan menjadi salah satu content writer di Ginicaranya.com. Banyak ide yang muncul untuk mulai aktif menulis di blog ini, salah satunya adalah membuat kontent "My First", sebuah segmen yang berisi tentang pengalaman pertama saya melakukan sebuah hal. Di segment tersebut saya akan menceritakan apapun pengalaman pertama atau bisa dibilang first experience. Sebuah hal yang mungkin baru di blog ini karena saya jarang menceritakan hal tersebut. 

Oke, di My First kali ini saya akan berbagi pengalaman saya ketika melakukan donor darah untuk yang pertama kalinya. 

Semuanya diawali ketika saya melihat sebuat posting di instagram story salah satu teman yang menginformasikan tentang rencana persalinan kakaknya dimana dia membutuhkan beberapa kantong darah golongan O. Saya cukup tertarik untuk ikut berpartisipasi mendonorkan darah karena saya tau bahwa golongan darah O itu spesial, pendonor O bisa memberikan darahnya ke semua golongan darah yaitu A, B, AB dan O tentunya. Ironisnya, mereka hanya bisa menerima donor oleh orang yang bergolongan O. Mungkin orang yang dilahirkan dengan golongan darah O adalah orang yang secara default suka meberi karena hal tersebut, ya meskipun itu tergantung dari kepribadian masing-masing orangnya sih.

Kemudian saya langsung membalas instagram story tersebut bahwa saya bersedia untuk mendonorkan darah saya. Singkat cerita, saya diberi informasi mengenai kapan dan dimana saya bisa melakukan donor darah tersebut. Saya dengan rasa penasaran yang cukup tinggi berinisiatif mencari tahu tentang bagaimana persiapan seorang pendonor darah sebelum hari transfusi dilakukan. Saya cukup khawatir karena donor darah ini dilakukan di bulan Ramadan dimana saya sedang berpuasa. 

Berdasarkan informasi yang saya dapat, banyak sumber menyarankan untuk melakukan donor darah di pagi hari karena kondisi tubuh yang masih cukup segar. Selain itu, ketika sahur dianjurkan untuk meminum banyak air putih dan mengkonsumsi susu dan daging. Semua itu saya lakukan agar proses donor darah pertama saya bisa berjalan dengan baik, kendatipun saya tetap bisa menjaga puasa dihari tersebut. 

Saya orang yang cukup terencana, dihari itu saya berangkat ke rumah sakit dengan memesan ojek online karena jujur saya khawatir jika saya mengendarai motor sendiri akan berbahaya pada saat pulang donor darah. Siapa tau saya menjadi begitu letih karena darah saya diambil, sehingga fokus mengendarai bisa hilang. 

Sesampainya di rumah sakit, saya menanyakan ke petugas yang berjaga dan diarahkan ke Unit Pelayan Transfusi darah (UPTD). Disana, saya harus melakukan beberapa tahapan screening seperti mengisi informasi diri, untuk siapa darah saya akan didonorkan, serta mengisi beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan donor darah. Menjadi pendonor darah bukanlah hal yang mudah karena ada persyaratan dan kualifikasi tertentu sebelum kita bisa melakukan kebaikan tersebut. Saat itu, beberapa orang yang juga akan melakukan donor darah gagal dalam proses screening karena mereka sedang dalam tahap vaksinisasi COVID-19. Menurut petugas rumah sakit, pendonor yang sedang vaksin baru bisa mendonorkan darahnya 14 hari setelah vaksin dosis kedua diberikan. Hal itu dilakukan agar vaksin yang diberikan tidak menjadi sia-sia karena belum sepenuhnya bekerja pada tubuh. 

Pengisian form selesai, saya masih harus menjalani test kadar Hb darah serta pengecekan golongan darah. Hasilnya, Hb darah saya cukup untuk sebagai pendonor dan juga diketahui bahwa golongan darah saya O+. Kemudian saya diarahkan ke ruangan wawancara dimana saya ditanyai beberapa pertanyaan oleh dokter mengenai status kesehatan, dicek tekanan darah dan ditanyai tentang kebiasaan hidup saya. Tahap wawancara berjalan cepat dan lancar, saya memenuhi syarat sebagai pendonor dan kemudian saya dibawa ke sebuah ruangan untuk langsung melakukan transfusi darah.

Di ruangan transfusi darah saya diminta untuk mencuci lengan, kemudian berbaring di sebuah ranjang yang cukup empuk. Disitulah pertamakalinya saya melihat seperangkat alat transfusi darah beserta jarum besar yang cukup membuat keringat saya bercucuran. Saya bukan orang yang takut dengan jarum suntik, tapi melihat besar jarum transfusi darah membuat keberanian yang telah saya bangun runtuh seketika. Saya tidak berani melihat ketika jarum tersebut masuk ke pembuluh darah tangan kanan saya. Dokter memberi tahu apabila selama proses transfusi saya merasakan pusing atau mual untuk segera memberitahunya. Ditengah-tengah proses transfusi, tiba-tiba terdengar bunyi yang menandakan bahwa darah yang sedang disedot mengalami macet, saya diminta untuk menggenggam sebuah bola karet dan melepaskannya secara perlahan, kemudian diulangi.

proses transfusi darah ditemani tontonan Avengers: Endgame


Proses transfusi darah akhirnya selesai, mungkin sekitar 20 menit. Satu kantong yang berisi sekitar 300 mL darah telah selesai diambil dari tubuh saya. Tidak ada rasa mual atau pusing yang saya rasakan. Dokter memotong selang penghubung saya dengan kantong darah, kemudian melepaskan jarum dari lengan saya. Perasaan saya sangat lega, saya bisa meninggalkan ruangan transfusi setelah 3 menit dan diberikan sebuah tas berisi susu, air putih dan biskuit sari gandum untuk mengembalikan stamina meskipun tidak bisa saya konsumsi saat itu juga karena sedang puasa. Dokter mengatakan saya bisa melakukan donor darah kembali 2 bulan setelah ini.

Pengalaman pertama donor darah tidak semengerikan itu, meskipun saya sedang menjalani puasa. Tidak ada rasa letih yang saya alami. Semuanya berjalan seperti biasa, saya bisa beraktifitas secara normal juga dihari itu. Sebuah pengalaman yang cukup bagus dan saya berencana akan melakukan donor darah lagi ketika ada kesempatan. 

  


Rabu, 07 April 2021

Hal yang perlu disiapkan untuk menghadapi UTKB-SBMPTN 2021


UTKB-SBMPTN 2021 akan segera berlangsung pada 12-18 April 2021 (gelombang 1) dan 26 April- 2 Mei 2021 (gelombang 2). Di waktu yang sempit ini, berbagai persiapan harus kamu lakukan untuk mendapatkan hasil yang maksimal ketika test. Tak hanya persiapan teknis, namun juga mental adalah hal yang perlu dipersiapkan dengan baik. Kali ini saya akan membahas beberapa hal yang perlu dipersiapkan untuk menghadapi UTKB-SBMPTN 2021.

1. Materi dan Soal Latihan
Jelas, ini merupakan hal penting yang harus kamu persiapkan. Pokok dari tes UTBK adalah penguasaan soal dan latihan. Ada berbagai soal latihan yang kamu bisa download secara gratis termasuk di blog ini. Selain itu kamu perlu mengikuti tryout untuk simulasi atau melatih dan membiasakan diri menghadapi soal UTBK. Beberapa wabsite penyedia tryout UTBK secara online bisa kamu lihat disini.

2. Konsisten dan berulang
Lakukan latihan mengerjakan soal secara konsisten dan berulang setiap hari. Kamu bisa melakukan hal tersebut di jam-jam pagi sampai siang supaya otak kamu bisa beradaptasi dengan baik sehingga ketika hari pertempuran di UTBK SBMPTN, otak kamu sudah ter setting otomatis untuk berhadapan dengan soal sesungguhnya di waktu tersebut.

3. Dokumen administrasi
Semua dokumen administrasi yang dibutuhkan untuk melakukan test UTBK harus kamu persiapkan jauh hari. Hal ini terdengar spele namun ini bisa membuat kamu panik di hari ujian jika kamu tidak mempersiapkannya jauh hari sebelum ujian.

4. Berdoa dan minta didoakan
Aspek spiritual ini kadang dipandang remeh untuk dilakukan. Namun tidak ada salahnya untuk kamu coba lakukan. Secara tidak sadar, doa dan dukungan orang bisa membuat kamu lebih bersemangat untuk menghadapi UTBK. Terkadang, ada hal yang tidak bisa dijelaskan seperti keberuntungan yang dihasilkan dari doa yang dikirim oleh orang lain, siapa tau kan.

5. Istirahat cukup
Otak kamu perlu diberi waktu untuk istirahat. Terlalu keras untuk belajar bisa membuat otakmu overheat dan badanmu capek. Istirahat juga merupakan sebuah cara untuk bisa maksimal di hari ujian. Jangan belajar larut malam, seperti yang saya sudah bahas, belajarlah di jam-jam ketika ujian akan berlangsung. Selebihnya gunakan waktu untuk istirahat dan melakukan hal yang lainnya.

Itulah beberapa hal yang bisa kamu persiapkan sebelum melakukan UTKB-SBMPTN 2021. Sukses untuk ujian kamu, semoga tahun ini bisa berada di kampus impianmu!

Kamis, 18 Maret 2021

Website penyedia Latihan UTBK SBMPTN 2021


Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menghadapi SBMPTN adalah dengan berlatih mengerjakan soal-soal latihan. Banyak sekali buku latihan soal sbmptn yang bisa dibeli di toko buku. Adapun cara lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan cara berlatih mengerjakan soal UTBK SBMPTN secara online. Berikut ini adalah beberapa webiste yang menyediakan tryout UTBK SBMPTN yang bisa kamu lakukan. (Beberapa dari list berikut ada yang gratis maupun berbayar).


Kamu bisa melakukan latihan mengerjakan soal SBMPTN melalui browser atau juga dengan medwonload aplikasinya yang sudah ada di Playstore dah apple store. Memang, untuk bisa mendaftar disini kamu harus melakukan pendaftaran dan pembayaran, namun ada banyak fitur yang bisa kamu gunakan dan itu sangat bermanfaat. Kamu akan mendapatkan latihan soal yang disusun berdasarkan standar UTBK terbaru dengan prinsip HOTS. Lengkap dengan teks & video pembahasan untuk pemahaman konsep. Kemudian Sistem penilaian TryOut UTBK di Pahamify mirip dengan sistem penilaian UTBK oleh LTMPT. Lalu kamu juga bisa mengetahui posisimu di antara peserta TryOut lainnya lewat Pemeringkatan Nasional! 


Siapptn merupakan sebuah web yang menyediakan berbagai macam solusi belajar khususnya untuk siswa SMA dan Alumni untuk persiapan tes masuk PTN. Disitu kamu bisa merasakan bagaimana mengerjakan soal latihan UTBK SBMPTN seperti ujian sesungguhnya. Untuk bisa mengikuti tryoutnya, kamu harus melakukan pembayaran juga.  Pembayaran mudah dan sudah terintegrasi dengan gopay, alfamart dan transfer bank sehingga tidak perlu verifikasi pembayaran lagi.


Siapa tidak tau zenius, sebuah portal belajar yang cukup terkenal dan telah membuat banyak orang bisa diterima di perguruan tinggi impian mereka. Kerennya, kamu bisa menikmati layanan Try Out GRATIS serta akses dan download ratusan ribu soal GRATIS beserta video pembahasan untuk siswa hanya di Zenius APP. Silahkan untuk masuk ke laman zenius atau download apps nya di playstore atau apple store.


Utron merupakan salah satu website dan apps yang menyediakan layanan tryout UTBK gratis. Kamu hanya perlu mendaftar untuk bisa mengikuti tryout UTBK secara gratis. 


Itulah beberapa website atau apps yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan persiapan kamu menjalani tes UTBK SBMPTN 2021. Tetap semangat untuk belajar ya, semoga kamu bisa diterima di Universitas impianmu. 

Ingat, Usaha keras itu tidak akan menghianati!



Kamis, 11 Maret 2021

Belajar bahasa mandarin dengan efektif secara mandiri

Tidak pernah terbayang sebelumnya bahwa saya akan mempelajari sebuah bahasa yang dikenal sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia. Bahasa mandarin adalah bahasa yang sangat asing bagi saya. Sebelumnya saya belum pernah tertarik untuk mempelajari bahasa ini. 

Sebuah keadaan membuat saya harus mempelajari bahasa mandarin. Syarat untuk bisa lulus dari kampus yang menjadi tempat belajar saya saat ini adalah harus menguasai bahasa mandarin level 3 (HSK 3). Tentu, kampus saya menyediakan kelas formal untuk belajar bahasa mandarin (汉语). Total 2 semester sudah saya jalani untuk mempelajari bahasa mandarin, tentunya hal yang saya pelajari di kelas adalah hal-hal yang bersifat basic seperti mempelajari tones (nada pengucapan), kata serta kalimat yang biasa digunakan sehari-hari. 

Guru atau yang biasa kita panggil Laoshi merekomendasikan saya untuk membeli buku basic dalam belajar bahasa mandarin yang saya beli di China dengan harga RMB 50 (Sekitar Rp. 100.000). Selain itu saya juga membeli buku HSK 3 yang saya beli di shopee dengan harga sekitar Rp. 280.000. Berikut buku yang saya pakai untuk belajar:

Sebelah kiri: Buku basic belajar mandarin untuk pemula, Tengah: Buku HSK 3, paling kanan: buku tulis biasa :)
 


Selain belajar di kelas, saya secara mandiri meluangkan waktu untuk belajar bahasa mandarin setiap hari. Saya mempelajari kedua buku tersebut secara rutin. Cara belajar yang saya lakukan pun semakin meningkat intensitasnya. Menurut saya, hal yang paling sulit ketika mempelajari bahasa mandarin adalah saat kita memulai dari 0. Mencari seorang Laoshi untuk membimbing kita adalah sesuatu yang bagus sebagai dasar mempelajari bahasa mandarin. Setelah kita tau hal-hal dasar dalam belajar bahasa mandarin, kita bisa mempelajari sendiri secara advance. 

Metode yang saya gunakan untuk belajar secara mandiri yaitu dengan cara menulis, membaca, serta mendengarkan. Setiap hari, saya menuliskan kurang lebih 20 kata bahasa mandarin beserta artinya, kemudian saya buat kalimat dari kata tersebut dan saya coba ucapkan sesuai dengan kaidah pengucapan yang benar. Dari mana kita tau kata atau kalimat yang kita ucapkan sudah benar? biasanya saya menggunakan fitur voice pada google translate. Jika yang saya ucapkan benar, maka hasil translate nya akan sesuai dengan yang saya inginkan. Namun jika masih kurang tepat, saya akan menggunakan fitur sound di google translate untuk mendengarkan bagaimana kata atau kalimat itu seharusnya diucapkan (tones/ nadanya).

Sejauh ini cara tersebut cocok dengan saya. Saya merasa mengalami beberapa peningkatan dalam berbahasa mandarin. Namun bagi saya, cara yang paling efektif selain mempelajari bahasa mandarin secara mandiri adalah dengan langsung mempraktekannya dengan orang lain (khususnya orang yang menggunakan bahasa mandarin sebagai bahasa ibu). Itu akan meningkatkan kemampuan berkali-kali lipat karena jika kita melakukan kesalahan, kita bisa langsung dikoreksi. Selain itu, bahasa adalah sesuatu yang bisa kita kuasai karena terbiasa.